• Home
  • Contact

KOLEKSI ILMU

  • Beranda
  • Bisnis Online
  • Ilmu
    • Islam
    • Ekonomi
  • Tutorial
Beranda » Ekonomi » Akuntansi Atas Liabilitas Jangka Pendek

Akuntansi Atas Liabilitas Jangka Pendek



A. Definisi Liabilitas jangka pendek
Liabilitas (bahasa Inggris: liability) adalah utang yang harus dilunasi atau pelayanan yang harus dilakukan pada masa datang pada pihak lain. Liabilitas adalah kebalikan dari aset yang merupakan sesuatu yang dimiliki. Contoh liabilitas adalah uang yang dipinjam dari pihak lain, giro atau cek yang belum dibayarkan, dan pajak penjualan yang belum dibayarkan ke negara.[1]
Istilah liabilitas diadopsi dari bahasa Inggris liability untuk menggantikan istilah sebelumnya, kewajiban. Kini kata kewajiban digunakan untuk merujuk pada istilah bahasa Inggris obligation.
Liabilitas dimasukkan dalam neraca dengan saldo normal kredit, dan biasanya dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:
1.    Liabilitas jangka pendek - liabilitas yang dapat diharapkan untuk dilunasi dalam jangka pendek (satu tahun atau kurang). Biasanya terdiri dari utang pembayaran (hutang dagang, gaji, pajak, dan sebagainya), pendapatan ditangguhkan, bagian dari utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam tahun berjalan, obligasi jangka pendek (misalnya dari pembelian peralatan), dan lain-lain.
2.    Liabilitas jangka panjang - liabilitas yang penyelesaiannya melebihi satu periode akuntansi (lebih dari satu tahun). Biasanya terdiri dari utang jangka panjang, obligasi pensiun, dan lain-lain.
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Liabilitas jangka pendek meliputi beberapa item seperti hutang usaha, biaya yang masih harus dibayar, hutang pajak, pembayaran di muka pelanggan dan lain-lain yang memenuhi kriteria pengakuan liabilitas sesuai PSAK 1 (Revisi 2009). Liabilitas yang timbul dapat didasari atas peristiwa masa lalu yang bersifat kontraktual atau perjanjian kontraktual antara entitas dengan pihak ketiga yang biasa disebut dengan kewajiban kontraktual (cotractual obligations); contohnya adalah hutang usaha yang didasarkan pada kontrak yang lazim berbentuk order pembelian, hutang pajak yang didasarkan atas kewajiban entitas untuk membayar pajak dalam bentuk kepemilikan NPWP. Namun demikian entitas juga harus mengakui kewajiban yang timbul karena praktek masa lalu yang dilakukan entitas yang memberikan ekspektasi kepada pihak lain bahwa entitas akan melakukan hal yang sama di masa sekarang, yang biasa disebut dengan kewajiban konstruktif (constructive obligations). Kewajiban konstruktif contohnya adalah hutang bonus (karena tidak ada kontrak antara entitas dengan karyawannya yang menyebutkan bahwa perusahaan memiliki kewajiban membayarkan bonus).[2]
B. Kelompok hutang jangka pendek (hutang lancar)
Hutang Jangka Pendek (Hutang Lancar), yaitu: Hutang yang harus dilunasi dalam jangka waktu pendek, paling lama satu tahun sesudah tanggal neraca, atau harus dilunasi dalam jangka waktu satu siklus operasi normal perusahaan yang bersangkutan (tergantung mana yang lebih panjang).
Penyelesaian satu hutang jangka pendek (hutang lancar) biasanya
memerlukan pemakaian harta lancar. Perbandingan antara harta lancar
terhadap hutang jangka pendek (hutang lancar) dikenal sebagai “rasio
lancar” atau “current ratio“. Rasio ini merupakan suatu ukuran yang berguna
bagi para pengusaha untuk menilai kemampuan perusahaan dalam melunasi
hutang-hutang jangka pendek. Perusahaan yang memiliki hutang lancar lebih
besar dari harta lancar berada dalam posisi yang mengkhawatirkan karena
terdapat kemungkinan bahwa utang tersebut tidak akan dapat dilunasi.[3]
Pengertian tersebut menunjukkan bahwa kewajiban atau hutang
memiliki karakteristik sebagai berikut:
  1. Ada peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa sebelumnya, yang dapat
    menimbulkan adanya utang saat sekarang.
  2. Kewajiban yang ditanggung berupa kewajiban untuk menyerahkan uang,
    barang atau jasa.
  3. Nilai kewajiban dinyatakan dalam bentuk kesatuan uang.
  4. Kewajiban ditentukan oleh kedua pihak (yang berutang dan yang
    berpiutang).
Jenis-Jenis Hutang Jangka Pendek
  1. Hutang Dagang
  2. Hutang Wesel / Promes
  3. Beban - Beban yang masih harus dibayar
  4. Hutang Deviden
  5. Pendapatan Diterima Dimuka
  6. Bagian Dari Hutang Jangka Panjang yang Jatuh Tempo 
Penyajian Hutang Lancar dalam Neraca Menurut PSAK No.1, suatu kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek, jika: (a) diperkirakan akan diselesaikan dalam jangka waktu siklus normal operasi perusahaan; atau (b) jatuh tempo dalam jangka waktu dua belas bulan dari tanggal neraca. Semua kewajiban di lluar itu harus diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang.
Hutang lancar adalah kelompok hutang yang harus dilaporkan paling
atas dalam neraca. Dalam kelompok ini, setiap jenis hutang dicantumkan
secara terpisah dan informasi mengenai jangka waktu utang wesel serta
informasi penting lainnya harus diungkapkan dalam catatan atas laporan
keuangan. Cara penyajian yang umum dalam praktik adalah dengan
mencantumkan hutang wesel paling atas kemudian hutang dagang, dan
berikutnya utang lancar lainnya.


[1]http://id.wikipedia.org/wiki/Liabilitas
[2]http://stefanusariyanto.wordpress.com/2011/08/12/liabilitas-jangka-pendek-provisi-dan-kontinjensi/
[3]http://akuntansi-1992.blogspot.com/2011/11/pengkelompokan-akun-hutang.html
Add Comment
Ekonomi
Tweet
Akuntansi Atas Liabilitas Jangka Pendek KOLEKSI ILMU
Published: 2014-02-01T21:24:00+07:00
Title:Akuntansi Atas Liabilitas Jangka Pendek
Rating: 5 On 22 reviews

Related Articles

No comments:

Post a Comment

Newer Older Home
Powered by Blogger.

Paling Populer

  • Biografi KH M. Munawwir Musthofa Al- Mursyid (Mbah Yai Munawwir Musthofa Al-Mursyid) Tegalarum-Pelem- Kertosono - Nganjuk- Jawa Timur

Partner Link

Main BisOn
Blog Kang Ilmi
Saqura Grup
Assanany Go

Recent Post

Recent Post no Thumbnail by Tutorial Blogspot

Label Daftar

  • Belanja Online
  • Biografi
  • Bisnis Online
  • Ekonomi
  • Islam
  • Novel
  • Tips
  • Tutorial
  • Umum

Arsip Blog

  • ►  2016 (2)
    • ►  August (2)
  • ►  2015 (6)
    • ►  October (4)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ▼  2014 (10)
    • ▼  February (2)
      • Akuntansi Atas Liabilitas Jangka Pendek
      • Cara Mengetahui Orang Yang Sedang Berbohong
    • ►  January (8)
Template by: Mas Bintang | SJUTA IT
Koleksi Ilmu 2015